Kenari.......atau kalau dalam bahasa film diberi nama tweety...merupakan salah satu penghasilan sampinganku. Yup....ceritanya aku adalah seorang penangkar kenari. Hal ini sebenarnya berawal mula ketika aku masih bekerja di perusahaan furniture. Pada masa itu kawan kerjaku banyak yang hobi memelihara burung. So, pastinya ketika waktu senggang obrolan diantara kami tidak lepas membicarakan masalah perburungan. Baik itu burung yang harganya murah sampai burung yang harganya mahal. Salah satunya ya burung kenari.
Hal tersebut membangkitkan gairahku kembali untuk memelihara burung. Sebelumnya sih juga sudah pernah memelihara burung, namun hanya sebatas sekedar memelihara saja, tidak sampai merawat sampai detail. Maksudnya adalah bagaimana kita harus menjaga stamina burung, merawat kebersihan kandang, pemberian extra fooding untuk meningkatkan performa burung, pola penjemuran. Ternyata berdasarkan obrolan dikantor merawat burung itu sangatlah komplit apabila burung yang kita pelihara ingin sehat, serta rajin berkicau.
Obrol punya obrol akhirnya aku memulai lagi memelihara burung sekaligus berusaha menangkarkan, khususnya burung kenari. Kenapa burung kenari, karena perawatan burung kenari relatif mudah dan juga pakannya tidak macam-macam, serta untuk penangkaran relatif mudah. Penangkarannya dikatakan relatif mudah karena tidak membutuhkan lahan yang luas cukup disangkar gantung sudah bisa menetaskan, kemudian burung kenari tidak butuh tempat yang sepi. Meskipun dilingkungan sekitar ramai atau tempat untuk menangkarkan sering dilewati tetap tidak masalah. Awal mula penangkaran timbul keragua-raguan bagaimana kalau tidak jadi atau tidak menetas. Namun dengan tekad bulat akhirnya kucoba menangkarkan kenari.
Mula-mula aku membeli sepasang kenari khususnya kenari holland. Oh, ya sebelum dilanjut aku akan memaparkan dulu jenis kenari. Kenari ada beberapa jenis antara lain jenis Holland, yorkshire, gloster, border, cinnamon dan masih banyak jenis yang lainnya. Namun yang sering di ternakkan atau dipelihara jenis holland dan yorkshire. Selain itu warna bulunya beraneka ragam ada yang kuning, bon, hijau, coklat, wortel.
Sebagai pemula aku pilih kenari holland yang harganya relatif lebih murah, yach untuk mengantisipasi kalau gagal agar tidak terlalu risau memikirkan kerugian yang timbul. Sepasang kenari yang aku beli merupakan pasangan yang sudah siap untuk bersanding di pelaminan...cieee....cieee.... so biar langsung bisa menghasilkan. Karena kalau membeli kenari bakalan terlalu lama menunggu untuk menghasilkan. Setelah aku pasangkan akhirnya sang betina mengeram. Untuk masa eram kenari kurang lebih waktunya 2 (dua) minggu. Satu indukan kenari rata-rata bertelur maksimal 4 (empat), kadang ada yang sampai lima. Namun biasanya yang menetas 4 (empat) telur. Setelah menetas, maka masih perlu pembesaran lagi kurang lebih 1 bulan. So dalam waktu 1,5 bulan sudah bisa dipanen dan dilepas dipasar.
Setelah berhasil pada sepasang yang pertama, aku kemudian membeli beberapa induk betina lagi untuk menambah produktivitasnya. Alhamdulillah, akhirnya aku berhasil menangkarkan kenari, dan hasilnya ehmmmm lumayanlah. Untuk pemasarannya sih...aku jualan dipasar burung, yach kalau nggak di pasar ngasem, di pasar Kotagede yang lebih dikenal dengan pasar legi, atau di Pasar Prambanan. Dari pasar inilah aku mendapatkan pembeli. Biasanya para pembeli ini kemudian menanyakan alamat rumah. So, akhirnya datanglah para pembeli ini ke rumah. Jadi tidak repot-repot lagi pergi ke pasar. Meskipun sudah banyak para pembeli yang datang ke rumah, sesekali aku juga masih jualan dipasar untuk mengobati rasa kangen akan suasana pasar.
Namun, sempat juga aku berhenti menangkar kenari, karena gempa. Yup, pas produksi lagi mantap-mantapnya datanglah gempa yang meluluhlantakan Yogya, termasuk rumahku juga kena roboh akibat gempa tersebut. Dikarenakan sementara nggak ada tempat untuk berteduh, otomatis burung kenariku berada diluar rumah yang mengakibatkan para kenariku stres, bahkan ada juga yang dimakan silvester alias kucing, maka aku berhenti menangkar.
Ketika sedang ramai heboh mengenai masalah flu burung, aku sih santai saja. Soalnya aku yakin dengan kondisi peliharaanku. Dimana kandang senantiasa bersih, terus setiap satu minggu sekali aku semprot desinfektan. Selain itu juga rata-rata yang kena flu burung malah orang yang nggak memelihara burung. Aku mempunyai anggapan, lha wong para penjual yang berada dipasar burung saja pada sehat semua, padahal pasar tersebut sangat kemproh, nyatanya juga sehat-sehat saja. Bukan bermaksud mencari alibi memang itulah kenyataanya... yach akhirnya aku santai saja, yang penting asyik-asyik aja coy..... dan paling utama dalam kita memelihara burung adalah kebersihan kandang harus terjaga...jangan sampai kotoran burung menumpuk dikandang.... Apabila kandang bersih maka kandang tidak bau dan burung akan sehat, serta juga orang yang melihat burung peliharaan kita tidak jijik ataupun risih. Setiap satu minggu sekali kandang burung disemprot desinfektan, rajin menjemur burung setiap pagi kurang lebih selama 1-2 jam.
Nah..sekarang aku mau mulai lagi menangkar kenari lagi untuk melanjutkan hobi yang sempat tertunda. Mungkin ada rencang blogger yang ingin menangkar kenari bisa dunk nanti kontak aku via ym shevasetiawan@yahoo.com untuk sharing...kita siap untuk menerima....
Selanjutnya..
Hal tersebut membangkitkan gairahku kembali untuk memelihara burung. Sebelumnya sih juga sudah pernah memelihara burung, namun hanya sebatas sekedar memelihara saja, tidak sampai merawat sampai detail. Maksudnya adalah bagaimana kita harus menjaga stamina burung, merawat kebersihan kandang, pemberian extra fooding untuk meningkatkan performa burung, pola penjemuran. Ternyata berdasarkan obrolan dikantor merawat burung itu sangatlah komplit apabila burung yang kita pelihara ingin sehat, serta rajin berkicau.
Obrol punya obrol akhirnya aku memulai lagi memelihara burung sekaligus berusaha menangkarkan, khususnya burung kenari. Kenapa burung kenari, karena perawatan burung kenari relatif mudah dan juga pakannya tidak macam-macam, serta untuk penangkaran relatif mudah. Penangkarannya dikatakan relatif mudah karena tidak membutuhkan lahan yang luas cukup disangkar gantung sudah bisa menetaskan, kemudian burung kenari tidak butuh tempat yang sepi. Meskipun dilingkungan sekitar ramai atau tempat untuk menangkarkan sering dilewati tetap tidak masalah. Awal mula penangkaran timbul keragua-raguan bagaimana kalau tidak jadi atau tidak menetas. Namun dengan tekad bulat akhirnya kucoba menangkarkan kenari.
Mula-mula aku membeli sepasang kenari khususnya kenari holland. Oh, ya sebelum dilanjut aku akan memaparkan dulu jenis kenari. Kenari ada beberapa jenis antara lain jenis Holland, yorkshire, gloster, border, cinnamon dan masih banyak jenis yang lainnya. Namun yang sering di ternakkan atau dipelihara jenis holland dan yorkshire. Selain itu warna bulunya beraneka ragam ada yang kuning, bon, hijau, coklat, wortel.
Sebagai pemula aku pilih kenari holland yang harganya relatif lebih murah, yach untuk mengantisipasi kalau gagal agar tidak terlalu risau memikirkan kerugian yang timbul. Sepasang kenari yang aku beli merupakan pasangan yang sudah siap untuk bersanding di pelaminan...cieee....cieee.... so biar langsung bisa menghasilkan. Karena kalau membeli kenari bakalan terlalu lama menunggu untuk menghasilkan. Setelah aku pasangkan akhirnya sang betina mengeram. Untuk masa eram kenari kurang lebih waktunya 2 (dua) minggu. Satu indukan kenari rata-rata bertelur maksimal 4 (empat), kadang ada yang sampai lima. Namun biasanya yang menetas 4 (empat) telur. Setelah menetas, maka masih perlu pembesaran lagi kurang lebih 1 bulan. So dalam waktu 1,5 bulan sudah bisa dipanen dan dilepas dipasar.
Setelah berhasil pada sepasang yang pertama, aku kemudian membeli beberapa induk betina lagi untuk menambah produktivitasnya. Alhamdulillah, akhirnya aku berhasil menangkarkan kenari, dan hasilnya ehmmmm lumayanlah. Untuk pemasarannya sih...aku jualan dipasar burung, yach kalau nggak di pasar ngasem, di pasar Kotagede yang lebih dikenal dengan pasar legi, atau di Pasar Prambanan. Dari pasar inilah aku mendapatkan pembeli. Biasanya para pembeli ini kemudian menanyakan alamat rumah. So, akhirnya datanglah para pembeli ini ke rumah. Jadi tidak repot-repot lagi pergi ke pasar. Meskipun sudah banyak para pembeli yang datang ke rumah, sesekali aku juga masih jualan dipasar untuk mengobati rasa kangen akan suasana pasar.
Namun, sempat juga aku berhenti menangkar kenari, karena gempa. Yup, pas produksi lagi mantap-mantapnya datanglah gempa yang meluluhlantakan Yogya, termasuk rumahku juga kena roboh akibat gempa tersebut. Dikarenakan sementara nggak ada tempat untuk berteduh, otomatis burung kenariku berada diluar rumah yang mengakibatkan para kenariku stres, bahkan ada juga yang dimakan silvester alias kucing, maka aku berhenti menangkar.
Ketika sedang ramai heboh mengenai masalah flu burung, aku sih santai saja. Soalnya aku yakin dengan kondisi peliharaanku. Dimana kandang senantiasa bersih, terus setiap satu minggu sekali aku semprot desinfektan. Selain itu juga rata-rata yang kena flu burung malah orang yang nggak memelihara burung. Aku mempunyai anggapan, lha wong para penjual yang berada dipasar burung saja pada sehat semua, padahal pasar tersebut sangat kemproh, nyatanya juga sehat-sehat saja. Bukan bermaksud mencari alibi memang itulah kenyataanya... yach akhirnya aku santai saja, yang penting asyik-asyik aja coy..... dan paling utama dalam kita memelihara burung adalah kebersihan kandang harus terjaga...jangan sampai kotoran burung menumpuk dikandang.... Apabila kandang bersih maka kandang tidak bau dan burung akan sehat, serta juga orang yang melihat burung peliharaan kita tidak jijik ataupun risih. Setiap satu minggu sekali kandang burung disemprot desinfektan, rajin menjemur burung setiap pagi kurang lebih selama 1-2 jam.
Nah..sekarang aku mau mulai lagi menangkar kenari lagi untuk melanjutkan hobi yang sempat tertunda. Mungkin ada rencang blogger yang ingin menangkar kenari bisa dunk nanti kontak aku via ym shevasetiawan@yahoo.com untuk sharing...kita siap untuk menerima....


















