Marhaban Ya Ramadhan: Ikhlas, Sabar, dan Syukur

09:47 HB Seven 5 Comments

Berkenaan dengan bulan ramadhan ini sebuah penyedia layanan web hosting yang murah, cepat dan handal sesuai kebutuhan anda dijaminmurah.com mengadakan lomba menulis dengan tema yang berkaitan dengan kemerdekaan RI dan bulan Ramadhan. Berkenaan dengan hal tersebut diri ini mencoba ikut menulis dalam lomba blog dijaminmurah.com, sebagai bahan untuk intropeksi diri sebagai seorang blogger baru supaya bisa lebih maju dalam menyelami dunia blogger. Sebagaimana halnya dengan bulan Ramadhan juga sebagai bulan intropeksi diri kita sebagai seorang insan yang diberi kesempatan oleh Allah SWT menjadi khalifah di muka bumi ini untuk menggapai gelar orang yang bertakwa dan menuju ke kehidupan yang lebih baik.

Marhaban ya Ramadhan. Tanpa terasa kita saat sudah sampai pada bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT, yaitu bulan ramadhan. Suatu bulan yang penuh dengan barokah, dengan maghfiroh. Puji syukur alhamdulillah, Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan yang mulia ini. Marhaban ya Ramadhan.Banyak sudah pelajaran yang telah kita ambil hikmahnya dari bulan Ramadhan tahun lalu. Namun apakah kita sudah menjadi makhluk yang bertakwa kepada Allah, apakah kita sudah mengalami peningkatan dalam beribadah kepada Allah? Kalaulah belum kita implementasikan hasil pelajaran tahun lalu marilah mulai Ramadhan tahun ini, kita menata ulang kembali jiwa atau ruhani agar dalam menjalani kehidupan didunia kita selaku insan bisa menjadi lebih baik dari tahun lalu dan juga agar ada peningkatan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah, ayat 183 yang artinya:”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana yang dahulu telah diwajibkan kepada orang-orang(umat-umat) sebelum kalian agar kalian bertakwa”

Marhaban ya Ramadhan. Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka sebagai bekal dalam Ramadhan kali ini marilah kita ulas bersama-sama masalah ikhlas, sabar, dan syukur. Ketiga hal tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari seringlah mudah kita ucapkan, namun sangatlah berat untuk kita implementasikan. Hal yang pertama adalah ikhlas, dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengan mudah berucap kata ikhlas. Terutama ketika kita sedang membantu teman, saudara, tetangga, ataupun ketika kita memberikan dana sumbangan ke suatu pembangunan masjid ataupun sekolah. Namun marilah kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah memang benar kita ikhlas dengan sebenar-benar ikhlas, ataukah ikhlas hanya di mulut saja. Jangan-jangan kita memberikan bantuan kepada siapapun baik berupa materi atau non materi hanya mempunyai pengharapan yang lain, tidak semata-mata karena Allah SWT.

Karena hanyalah keikhlasan hati kitalah yang sebenarnya merupakan keikhlasan yang hakiki. Secara sederhana bisa dicontohkan antara lain kita tidak pernah mengungkit kembali atas jasa bantuan kita kepada seseorang yang telah kita berikan kepadanya. Baik diucapkan langsung ataupun dalam hati. Karena kalau sempat kita menggugat kembali pemberian yang telah kita berikan maka gugurlah rasa ikhlas itu, walaupun hal tersebut telah terjadi begitu lama.
Kemudian keikhlasan yang lain adalah ketika kita menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kalaupun akhirnya asa yang kita ingin raih tidak sesuai dengan harapan kita, dan kemudian kita ikhlas menerimanya, Insya Allah seberapapun besarnya hasil yang kita dapatkan akan membawa barokah kepada kita.

Kemudian apabila kita sudah bisa ikhlas dengan sebenar-benar ikhlas maka jiwa kita akan menjadi jiwa yang sabar. Sama halnya dengan ikhlas pengertian sabar juga ada dua pengertian yaitu sabar dalam memberi dan juga sabar dalam menerima. Pengertian sabar dalam memberi adalah suatu sifat sabar yang menahan kita agar tidak riya’ ataupun pamer, terhadap apa yang telah kita berikan kepada seseorang. Sedangkan pengertian sabar ketika kita menerima adalah ketika kita mendapatkan kebahagiaan baik berupa materi ataupun non materi ataupun kita dikaruniai kelebihan oleh Allah SWT maka kita tidak boleh boros, sombong, angkuh dengan sesama. Apalagi ketika kita menerima cobaan dari Allah SWT maka kita diharuskan untuk senantiasa bersabar. Kalaupun sering kita dengar bahwa sabar itu ada batasnya, sebenarnya yang membatasi kesabaran itu adalah kita sendiri. Sehingga sangatlah berat sabar itu apabila kita laksanakan.

Dari kedua hal tersebut diatas maka apabila kita dapat mengimplementasikannya dengan sepenuh hati maka kita akan menjadi manusia yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala karuaniaNya yang telah diberikan kepada kita. Bahkan karena kesombongan kita sebagai manusia, kadang kita lupa bersyukur kepada Allah SWT. Kalaulah bersyukur ketika kita baru saja mendapatkan anugerah ataupun kebahagiaan barulah kita lakukan. Benarkah kita sudah maksimal dalam bersyukur kepada Allah SWT. Pernahkah kita bersyukur bahwa kita sudah bisa berkedip, pernahkah bersyukur ketika bangun pagi kita bisa melihat indahnya dunia, pernahkah kita bersyukur ketika asa yang kita gapai belum bisa tercapai masih ada saudara, keluarga bahkan kawan kita yang senantiasa baik dan perhatian kepada kita. Yang ada kita selaku manusia hanyalah sering berkeluh kesah. Padahal Allah SWT telah memberikan berbagai kenikmatan kepada kita namun kadang kita melupakan segala kebaikan yang telah kita rasakan dan kita nikmati.

Rasulullah pernah bersabda,”Amat mengagumkan keadaan orang mukmin. Semua yang dilakukan selalu baik, dan itu ada hanya pada orang mukmin, jika memperoleh kesenangan, dia bersyukur, dan itu baik bagi dirinya. Sedangkan jika menghadapi cobaan dia bersabar, dan itu baik pula bagi dirinya.” (HR. Muslim). Dengan bersyukur pula kita bisa melakukan instropeksi diri agar kita tetap optimis untuk dapat mencapai apa yang akan kita raih. Selain itu juga dengan bersyukur pula kita akan bisa menghargai keberadaan orang lain disekitar kita, serta Insya Allah kita menjadi insan yang senantiasa tawadlu’.

Selamat menunaikan ibadah puasa...semoga ibadah puasa kita tahun ini mendapatkan ridho dari Allah SWT, sehingga Allah senantiasa tersenyum kepada kita. Amien. Serta Ramadhan tahun ini bisa melatih kita untuk lebih ikhlas, sabar, dan syukur. Sehingga selepas Ramadhan kita menjadi insan yang bersih dan suci. Khususnya bersih dari penyakit hati, serta kita menjadi insan yang lebih bertakwa kepada Allah. Marhaban ya Ramadhan





Sedang memuat atikel terkait...

You Might Also Like

5 comments:

  1. Keikhlasan itu yang berat banget. Saya pernah menolong seseorang, setelah orang itu menjadi orang berhasil dia malah menjelek2an (padahal saya udah jelek) saya didepan semua orang, padahal saya ikhlas loh ngebantu dia, tapi gara2 ulahnya itu, kadang2 kesel juga. Banyak godaannya buat ikhlas.

    ReplyDelete
  2. tul..kang...konsep ikhlas sangat lah berat..jangankan menolong orang kang..untuk kita sendiripun kadang tidak bisa ikhlas kang....

    ReplyDelete
  3. assalamualaikum,
    setuju, ikhlas memang sangat berat. kadang kita dihadapkan pada pilihan yang berat ketika menolong,
    Tapi harus diusahakan untuk selalu ikhlas ...
    wassalam

    ReplyDelete
  4. siap...neng rara.....mari kita belajar ilmu ikhlas

    ReplyDelete
  5. Mugo menang mas..........sory baru bisa berkunjung

    Syukur dalam Bersabar dan Sabar dalam Bersyukur :D

    ReplyDelete

Matur nuwun komentaripun....