Simbah Kakung

09:34 HB Seven 17 Comments

Sore itu di beranda rumah dirimu terlihat sedang menikmati senja yang mendung dengan bertemankan segelas teh dan sebatang rokok terselip diantara jari-jarimu rambutmu yang putih tampak menari nari menyambut sapaan sang bayu yang bertiup semilir menerpa wajahmu. Terlihat begitu nyaman dan tenteram dirimu, terlihat dari sorot matamu yang begitu teduh.

Saat kulihat dirimu begitu menikmati senja kala itu ingatanku kembali melayang menuju masa lalu, kala masih kecil dulu. Saat mau tidur dirimu tidak pernah bosan memberikan dongeng sebelum tidur. Beragam dongeng dirimu ceritakan dari dongeng nabi dan rasul, sampai dongeng serial kancil. Meskipun engkau merasa lelah, namun engkau tidak pernah menolak untuk mendongeng sebagai penghantar tidurku. Saat dirimu mendongeng serasa diriku ikut terbawa dalam alur dongeng yang engkau ceritakan. Dirimu dalam merangkai kata-kata untuk menjadi kalimat dongeng begitu menyejukkan hati.

Suatu saat dirimu mengajak diriku  pergi menggembalakan kerbau di sebuah padang rumput yang menghijau.  Dirasa kerbau sudah kenyang dan sang mentari telah berada ditepian horison, perjalanan dilanjutkan menuju sungai melakukan ritual memandikan kerbau. Secara tidak langsung dirimu mengajarkan bahwa segala sesuatu yang kita punya harus kita rawat dengan sebaik-baiknya jangan kita biarkan berserak. Di lain waktu dirimu mengajak diriku untuk memetik kelapa di kebun sebelah timur desa. Kulihat dirimu tampak terampil dan cekatan dalam memanjat pohon kelapa, meski usiamu sudah lanjut. Sekali panen kurang lebih 10 pohon kelapa engkau panjat, dan staminamu tetap terjaga. Banyak orang sudah mengingatkan dirimu, agar berhenti memanjat pohon kelapa namun dirimu tetap tak bergeming.Itulah dirimu ketika mempunyai keinginan tidak ada yang bisa mencegahmu.

Saat ini usiamu telah menginjak 98 tahun, dirimu senantiasa tampak sehat dan bugar selalu meski kadang sakit datang menerpamu, itupun hanya sakit ringan biasa. Saat kutanya apa resepnya sehingga dirimu masih tetap sehat dan bugar. Dirimu hanya berkata "ikhlas". Apabila ada persoalan yang mendera selesaikan persoalan itu dengan sabar. Sebuah jawaban yang ringan, namun sangat berat untuk diaplikasikan bagi sebagian orang. Diriku hanya bisa berdoa semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan kepada dirimu. Amieen.


Sedang memuat atikel terkait...

You Might Also Like

17 comments:

  1. Kenangan masa kecil yang indah. Ada angin keteduhan dan kesejukan yg aku rasakan dari sosok Simbah Kakung.

    ReplyDelete
  2. wuihh, kenangan masa kecil yah..
    sungguh menarik..

    ReplyDelete
  3. Insya Allah mbahkung selalu sehat y pak. beliau sangad bersahaja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. amieeen.... mbak..terima kasih doanya...

      Delete
  4. Simbah kakung yang perkasa mas.
    Salut dengan filosofi-nya..

    ReplyDelete
  5. Sangat2 susah bagiku untuk Ikhlas dan sabar,
    Terus berusaha ke arah sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. idem mas.. mudah diucap namun susah untuk dijalani..tapi bukan berarti tidak bisa tho..

      Delete
  6. Ach...mbah kakung ku semuanya sudah dipanggil kembali oleh Penciptanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi masih sempat ketemu tho..om..

      Delete
  7. simbah emang keren. . . dia nyekolahin aku kala SMP dulu. . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip..om.. kadang..simbah...kalau sayang sama putu..mantaps...

      Delete
  8. adeem bener
    kulo gak punya kenangan ttg simbah mas, semuanya sudah wafat sebelum inyong lahir, tahunya cuman pamannya bapak hix

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah..ketemu mbah alit nggih mas...

      Delete

Matur nuwun komentaripun....