Tips Membeli Burung

08:20 HB Seven 32 Comments

Tips membeli burung. Saat ini para penggemar burung berkicau semakin lama semakin meningkat, baik itu para penggemar yang hanya sekedar ikut-ikutan, memelihara burung untuk klangenan, sampai para penggemar yang ingin ikut lomba burung. dengan semakin banyaknya para penggemar burung berkicau, harga burungpun perlahan namun pasti mengalami kenaikan. Misalnya harga cucak hijau yang dulu harga 400 ribu sudah bisa mendapatkan burung yang bagus, kalau sekarang untuk mendapatkan cucak hijau minimal harus mengeluarkan kocek sebesar 750 ribu rupiah. Itupun kondisi burung yang standart belum burung yang istimewa. Contoh lain adalah burung kenari F1. Kenari F1 usia satu bulan dulunya dipasang bandrol 350 ribu rupiah, saat ini sudah mengalami kenaikan berkisar 400 ribu sampai 500 ribu rupiah. Namun jangan khawatir harga-harga itu biasanya berlaku untuk jenis burung yang sering dilombakan. Sedang untuk harga burung yang tidak dilombakan cenderung harganya stabil.

Tips membeli burung. Dengan semakin meningkatnya harga burung di pasaran maka diperlukan suatu kejelian dan kesabaran dalam memilah dan memilih burung. Berikut dibawah ini sedikit tips membeli burung yang didapatkan dari hasil obrolan sesama penggemar dan dari hasil membaca tabloid tentang perburungan
Pertama, Pastikan burung itu sehat. Secara sekilas kesehatan burung bisa dilihat dari kelincahan burung dalam bergerak, susunan bulunya sangat rapi dan bersih. Kalau boleh dipegang burung yang akan kita beli, dengarkan suara pernafasan burung apakah dalam bernafas ada suara menderu atau tidak. kalau ada suara pada saat bernafas kemungkinan burung tersebut saluran pernafasannya kurang sehat. Postur burung juga harus diperhatikan, burung yang bagus posturnya tegak kala berdiri, berpostur panjang, burung kelihatan gagah

Kedua, Kesabaran dan kejelian
Kesabaran sangat diperlukan ketika ingin membeli burung. Dalam proses hunting burung berkicau disarankan jangan serta merta langsung membeli. Biasanya orang ketika mempunyai hasrat terhadap suatu benda dan dirasa duit cukup langsung saja main beli. Nah, kalau untuk membeli burung, kebiasaan ini harus ditinggalkan  meskipun duitnya cukup untuk membeli. Ketika kita keliling pasar dan akhirnya menemukan target maka kita harussabar menunggu dan mengamati kinerja burung tersebut. Bahkan kalau perlu nongkrong setengah hari dalam proses pengamatan dan penjelian (halah..penjelian kalimat dari mana yak). Proses pengamatan ini meliputi kinerja (rajin tidaknya)burung, volume suara burung, variasi ocehan, mancap atau tidak kala sedang mengoceh. Bagi para penggemar senior proses ini merupakan hal biasa, tapi bagi para penggemar baru hal ini bisa jadi hal yang paling membosankan. Meskipun membosankan hal ini sangat penting dilakukan agar bisa mendapatkan burung yang benar-benar berkualitas.

Ketiga, umur burung
Umur burung bisa diketahui dari sisik kaki burung, kalau masih mulus berarti burung tersebut masih muda, namun kalau sudah muncul sisik memanjang atau kalau dalam bahasa perburungan kakinya sudah medhang berarti burung tersebut sudah tua(tidak direkomendasikan untuk dibeli kalau untuk diikutkan lomba, tapi kalau untuk klangenan bolehlah dibeli)

Keempat, Bakalan atau Sudah jadiKalau mau membeli burung bakalan harap hati-hati, terutama dengan jenis kelamin burung. Karena ada beberapa jenis burung yang sulit membedakan mana itu burung jantan atau burung betina. Misalnya burung punglor merah, anis kembang, cucak rowo, kenari, lovebird, penthet/cendet. Kalau ingin membeli burung bakalan direkomendasikan langsung ke peternak burung saja, karena biasanya jelas ada jaminan dari para peternak apabila membeli burung keliru betina bisa dikembalikan untuk ditukar dengan yang jantan. Kalau di pasar sangat riskan karena rawan penipuan, apabila penjualnya tidak jujur. Keuntungan membeli bakalan harga relatif lebih murah, namun untuk bisa menikmati ocehannya harus menunggu, selain itu juga dalam proses pemberian pakan bisa distel sejak dini. 

Bagi yang ingin membeli burung yang sudah jadi kejelian dan ketelitian tetap diperlukan. Mengenai harga burung jadi boleh dikatakan relatif mahal. Oh, ya apabila sudah deal harga, jangan lupa tanyakan bagaimana setelan pakannya selama berada di penjual atau pemilik sebelumnya. Diusahakan dalam perawatan keseharian harus sama dengan perawatan sebelumnya. Pola perawatan disini yang dimaksud adalah setelan pakannya, pola mandinya disemprot atau di bak mandi burung, penjemurannya. Karena kalau tidak sama pola perawatannya, dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas ocehan dan kerajinan burung dalam bernyanyi. Selain itu ketika membeli burung yang sudah jadi harus sekalian dengan sangkarnya, jangan hanya beli burungnya saja lalu burung tersebut ditaruh diselongsong kertas. Kenapa harus dengan sangkarnya karena burungnya supaya tidak stress. Tapi terpaksanya tidak dengan sangkar usahakan ditaruh sebuah kotak yang khusus dibuat untuk membawa burung.

Kelima, Mengajak kawan yang sudah ahli dalam perburungan. Ini sangat direkomendasikan bagi para newbie di area perburungan. Tujuannya agar tidak tertipu kala membeli burung yang kita inginkan, sehingga kita bisa benar-benar mendapatkan burung yang kita inginkan. 

Ok. masdabro itu sedikit tips untuk membeli burung apabila ada kekurangannya mohon berkenan menambahi di komentar ya.. dan tulisan ini termunculkan karena ada pertanyaan dari kawan blogger Anak Rantau di komentar postingan Tips Merawat Burung. Semoga bisa bermanfaat.





Sedang memuat atikel terkait...

You Might Also Like

32 comments:

  1. Wah thanks neh tips beli burung-nya mas.
    Tapi saya wong jowo kug nda tahu 'klangenan' ya. apa ya artinya?
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. tenannya om.. klangenan itu..kalau ndak salah.. kesayangan.. konotasinya kesana om

      Delete
    2. Wah iya ding kayakè pernah denger.
      thanks mas

      Delete
  2. Disini juga lagi rame tuh orang pada melihara Burung Murai, katanya sih harganya mahal klo sampe bisa ngembang biakin :)

    Tapi dari semua tips itu, klo aku lebih milih ngajak orang yang ahli dalam dunia perburungan klo emank suatu saat mau ikut2an melihara burung haha... tapi aku malah baru tau ada burung namanya Kenari F1 hahaha... itu burung buat balapan tah sob????

    ReplyDelete
    Replies
    1. murai batu.. lumayan om..harganya.. memang.. kalau mau aman memang ngajak orang yang sudah ahlinya.. untuk kenari F1 kenari silangan om.. dari Yorkshire dengan holland (kenari Lokal).. hasilnya F1.. so bukan F1 kayak Formula 1 he.he.he.

      Delete
  3. oh ternyata kalau burung udah tua tidak bisa ikut lomba padahal bunyinya bagus hlo

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa juga pak guru namun dikhawatirkan sudah tidak bisa maksimal.. kalaupun mengambil burung muda juga tidak boleh.. yang muda banget..

      Delete
  4. wah saya masalahnya g terlalu suka sih sekarang g kayak waktu kecil dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. he.he.eh. mungkin kalau pas kecil dulu hanya suka sama warnanya ya mas...

      Delete
  5. rencananya aku juga mau ternak brung nih. . . burunga pa yang yang peliharanya mudah tapi hasilnya lumayan. . ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba beternak kenari om.. itu relatif mudah.. dan tidak memakan tempat...

      Delete
  6. wah hobinya sama dengan sodara sepupu yang di demangan kangmas cuman dia senengnya yang prenjak dayoh sama ciblek hehe

    makasih tipsnya, maknyuus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. cibleke..sing kongopo.. roko mas...he.e.e.

      Delete
  7. saya pengen tau cara merawat burung biar tabah gede ada nga ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung burungnya om... he.he. kalu burung ciblek..prenjak, pleci..ya tetep kecil.. ndak bisa digedein... beda ama cucak rowo...

      Delete
  8. mahal juga ya. mending buat beli nasi deh duitnya hehhee

    ReplyDelete
  9. Hehehe... Thanks Sob tipsnya , kemarin waktu beli burung emang lupa nanya2 sejarah makanannya hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. he.he.. besok jangan lupa lagi om..biar..tetap mancap..burungnya..

      Delete
  10. Sayang mas, saya udah gak ngerawat burung lagi.
    Untuk belinya pun udah gak mungkin.
    Gak bisa ngerawat soalnya, wkwwwk :))
    Terakhir kali saya punya burung nuri, pinter banget bisa ngomong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hal tersebut terkait dengan suasana hati om..kalau masalah hobi..e.he..

      Delete
  11. @anak rantau kasi nasi doank uda cukup ..hikz

    ReplyDelete
  12. burung kakak tua ada lombanya juga ga? :D

    ReplyDelete
  13. Bapak dan kakak saya yang nomor dua punya hoby sama, memelihara burung walau hanya beberapa, tapi saya justru tidak sama sekali. Tapi terima kasih tipsnya, insya Allah bermanfaat bagi bapak dan kakak saya jika nanti mereka berniat menambah koleksi burungnya.

    Salam hangat untuk keluarga tercinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah..kalau bapak dan kakak sudah hobbi pasti lebih.. paham om..he.he.he..

      Delete
  14. Keren tips e Jar, sayange aku urung hobi burung, hihi ..., takut flu-nya ... Selamat Berakhir Pekan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. flu burung ya om... kalo itu sebenarnya tergantung kita menjaga kebersihan..om..he.eh.e.

      Delete
  15. kalu burung colibri wulung bisa ikut lomba gk gan ????????????////

    ReplyDelete
    Replies
    1. lom ada om..padahal..colibri juga bagus ya..

      Delete
  16. met pagi. ada tips beli kucing gak? hehhee

    ReplyDelete

Matur nuwun komentaripun....