Pahlawan

08:36 HB Seven 26 Comments

Pahlawan
Pahlawan, mungkin untuk era maju saat ini ungkapan kata pahlawan jarang terdengar, terutama dikalangan para remaja. Entahlah karena pendidikan sejarahnya yang kurang atau karena saking asyiknya senam jempol. He..he.he... Bahkan bisa jadi ketika di tanya apa dan siapa para pahlawan negeri ini mereka tidak tahu. Yups, sosok pahlawan di negeri ini kayaknya sudah mulai luntur dari ingatan para remaja kita. Selain disebabkan karena asyiknya senam jempol, mungkin juga disebabkan karena peran negara atau pemerintah dalam memperkenalkan para pahlawannya mengalami penurunan. Membumikan peran dan jasa para pahlawan negara ini jauh sangat berbeda dengan masa lalu dimana pelajaran sejarah yang kental dengan peran dan jasa para pahlawan begitu membumi. Sehingga generasi muda negeri ini mempunyai idola yang menjadi panutan mereka.

Jangankan para pahlawan yang telah berjuang demi tegaknya negeri ini, bahkan pahlawan di sekitar merekapun bisa jadi juga mereka tidak hormati bahkan yang parah peran serta para pahlawan ini dalam membantu dalam kehidupan mereka, bisa dilupakan. Misalnya, peran orang tua, peran saudara, peran teman, atau peran tetangga. Kalau menurut saya nih, pengertian pahlawan tidak hanya sebatas mereka yang telah berjuang demi tegaknya negara ini, tetapi juga mempunyai arti yang lain yaitu, seseorang yang telah berjasa dalam kehidupan seseorang yang mampu membangkitkan semangat kehidupan orang tersebut, ataupun membantu seseorang terlepas dari sebuah kesulitan.

Terkait dengan pengertian akan pahlawan tersebut, ada seseorang yang layak di sebut pahlawan juga, terutama bagi anak-anak dan para orang tua. Namanya Ahmad Yani panggilan sehari hari Amat, kenapa jadi Amat karena lidah orang Jawa terutama orang dulu susah untuk menyebut Ahmad, jadi langsung dipanggil Amad. Amad ini adalah seseorang yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal ban dan owner dari sebuah warung kelontong kecil di tepi Jalan Wonosari. Amad orangnya agak gemuk, bermata sipit (meskipun orang Jawa), putih, berkacamata dan murah senyum. Kenapa akhirnya dia menjadi seorang pahlawan di mata anak-anak dan orang tua. Karena Amad inilah mereka bisa sekolah tanpa terlambat serta mereka bisa pulang sekolah selamat sampai rumah, pergi ke pasar dengan aman demikian pula dengan pulang ke rumah juga dengan selamat. 

Yups... sosok Amad inilah yang sering membantu para anak-anak dan orang tua menyeberang Jalan Wonosari baik pulang maupun pergi. Tidak hanya yang berada di tepi jalan sama posisinya dengan Amad ini, bahkan ketika anak-anak di seberang jalan berteriak memanggil namanya "Pak Amaaad" untuk minta tolong diseberangkan, maka Amad ini segera berangkat ke seberang jalan meskipun sedang sibuk tambal ban. Dengan penuh senyum dan keramahtamahannya Amad ini menggandeng tangan anak-anak untuk diseberangkan, demikian pula ketika ada orang tua yang melambai diseberang jalan untuk minta tolong diseberangkan, maka Amad akan berlaku sama persis halnya melakukan kegiatan menyeberangkan jalan. Meskipun hanya menerima ucapan terima kasih dari para kliennya.. Amad tetap tersenyum bersahaja. 

Sosok Amad yang begitu sederhana ini layak kiranya disebut seorang Pahlawan, karena dengan keikhlasannya, Amad juga telah berperan besar dalam kehidupan para anak-anak dan orang tua yang pernah minta tolong kepada Amad. Saluut buat Sang Amad. Semoga apa-apa yang engkau kerjakan mendapatkan sebuah anugerah dari Allah SWT. Aamiin.

Catatan: Gambar di ambil dari Wikipedia


Sedang memuat atikel terkait...

You Might Also Like

26 comments:

  1. makin susah ditemui pahlawan zaman sekarang, yang banyak sih pahlawan kesiangan #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. wwkk..wkk.. iyo yo om...kawanen le dho tangi..

      Delete
  2. pahlawan itu asalnya dari pahalawan ya? orang-orang yang layak dapat pahala hehe

    ReplyDelete
  3. bener sekali Kang, anak jaman sekarang mana apal dan ngerti makna pahlawan, ngertinya cuman idola korea dan sejenusnya, njelehi ...
    Yang dilakukan Kang Amad, patut kita teladani karena dia memberikan kemanfaatan untuk orang lain dengan caranya sendiri dan atas dasar keikhlasan.
    Salam kenari

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkk.wkk.. pakdhe..iso muni njelehi ik..wkk.wk.. salam gps pakdhe..

      Delete
  4. Mungkin di tempat saya mirip sama Pak BTC, dia suka bantu orang-orang nyebrang dari gedung BTC di pasteur yang jalannya luas banget..Kalo nggak ada dia mungkin orang yg takut nyebrang kayak saya nggak akan bisa sampe di seberang tiga hari. :(
    Walaupun nggak digaji, tapi semoga keikhlasannya akan berbuah manis suatu hari nanti..

    ReplyDelete
  5. Pahlawan adalah penyelamat negera mungkin kalau tidak ada pahlawan sampai sekarang pasti kita belum merdeka.

    ReplyDelete
  6. kita semua adalah pahlawan. minimal bagi diri kita sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups..betul sekali om.. semoga..

      Delete
  7. kita senantiasa memiliki seorang pahlawan dalam kehidupan kita..karena semua orang bisa menjadi pahlawan bagi orang lain....salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju banget om.. kadang kita tidak menyadari bahwa ada kawan, saudara, tetangga yang menjadi pahlawan bagi kita..

      Delete
  8. Ya, media modern hanya terfokus pada live hero. Pahlawan yang jadi tumbal kemerdekaan sangat jarang dibahas.
    Semoga Pak Amad mendapat pahala kebaikan di sisi Allah aminn.

    ReplyDelete
    Replies
    1. he..hehe.. kyknya benul ntu om.. aamiin..

      Delete
  9. Saya juga amienkan doanya untuk amad ya om...

    ReplyDelete
  10. Kalau jaman sekarang banyak pahlawan kesiangan ya bro. :D

    ReplyDelete
  11. Jangan Lupakan Sejarah, Karena karena sejarah kita saat ini ada. Begitulah kira-kira. hehehhe... Semangat 45. MERDEKA...!

    ReplyDelete
  12. Anak2 remaja masih apal nama2 pahlawan kok. Tapi jangan harap pahlawan mereka sama dengan pahlawan mu lek, wong pahlawan mereka import dari Korea je....

    ReplyDelete

Matur nuwun komentaripun....