Kesabaran Tingkat Dewa

08:07 HB Seven 8 Comments

Kesabaran tingkat dewa.. sangatlah pantas disematkan kepada orang-orang yang telah memberikan berbagai fasilitas untuk kita, agar kita bisa survive dalam melakoni perjalanan hidup di dunia ini.Orang-orang inilah yang membuat kita bisa tegak berdiri menantang gelombang kehidupan yang senantiasa menghantam diri kita. Berbagai cobaan dan rintangan kita bisa menghadapinya dengan tegar, juga disebabkan karena peran orang-orang ini yang berdiri di belakang kita untuk memberikan support atau dorongan agar kita berani menghadapinya. Tanpa orang-orang ini pastinya kita bukan siapa-siapa di dunia ini. Kita bisa menjadi orang sukses, orang kaya, bahkan menjadi pejabat tinggi di negeri ini juga peran serta kesabaran tingkat dewa yang dimiliki orang-orang ini.

Siapakah orang-orang yang mempunyai kesabaran tingkat dewa itu? Orang-orang yang mempunyai kesabaran tingkat dewa adalah orang tua kita. Kenapa gelar itu layak disematkan kepada orang tua kita, Sejak kita masih di dalam kandungan, sampai akhirnya kita lahir ke alam dunia ini, hingga kita bisa mandiri itu semua bisa terjadi karena kesabaran tingkat dewa yang dimiliki oleh orang tua kita. Kalau di ukur dengan tahun kurang lebih. 25 tahun orang tua kita dengan penuh kesabaran membimbing kita. Namun, ukuran tersebut bukanlah ukuran secara pasti, karena selama orang tua kita masih mendampingi kita, maka mereka akan terus dan terus membimbing kita meski kita sendiri sudah menganggap diri kita dewasa, bahkan ada yang lebih ekstrim menganggap peran orang tua sudah tidak ada lagi. Berkaca dengan hal tersebut, patutlah kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita mampu bersabar seperti kesabaran orang tua kita, ketika kita berganti merawat orang tua kita kala orang tua kita sudah sepuh.

Kita ambil durasi waktu kurang lebih 5 tahun saja, bahkan mungkin 2 tahun saja. Selama 2 sampai 5 tahun tersebut.. apakah kita sudah bisa bersabar seperti orang tua kita dalam bersabar selama merawat dan membesarkan kita. Bahkan bisa jadi dengan rentang waktu yang relatif sedikit tersebut, dengan alasan kesibukan, ataupun alasan lainnya, dalam merawat orang tua kita malah kita serahkan kepada seseorang yang bernama perawat, atau yang lebih parah lagi dimaskkan ke panti jompo. Oke, karena dengan alasan sibuk, kita serahkan perawatan orang tua di serahkan kepada seorang perawat, namun kemudian ada pertanyaan juga yang masih perlu kita renungkan, bagaimana ketika kita sudah pulang kerja, apakah masih diserahkan kepada perawat atau kita sendiri yang merawat? Kalau masih diserahkan kepada perawat, dengan alasan capai karena sehabis bekerja, coba renungkan kembali, bagaimana dengan orang tua kita yang juga sama-sama habis pulang kerja dan tentunya capai juga, tetapi mereka tidak merasakan capai tersebut karena begitu sesampainya di rumah langsung merawat dan menjaga kita, dan kadang kelakuan kita membikin jengkel orang tua kita, namun mereka tetap dengan penuh kesabaran tetap memperlakukan kita dengan baik. 

Dan orang tua kita bagaikan pelangi yang menghiasi angkasa.. 
memberi warna warni nan indah dalam kehidupan kita..

Untukmu Ibu
by Jamrud

Helai rambut memutih, jemari bergetar
tatap matapun lelah

Dan bila kaki melangkah semakin perlahan
Tak pernah kau merasa letih

Malah senyum lembutmu tetap kau berikan
Dari waktu ku ditimang hingga sampai saat ini

Begitu banyak cinta kau taburkan
Lebih dari bintang di langit
Begitu luhur ilmu kau tanamkan mengisi jiwaku
Untuk bekal hidup ini

Begitu dalam laut di samudera 
Sedalam perhatian untukku
Begitu tinggi burung di angkasa
Tak lebih tinggi dari rasa hormatku pada dirimu

Kutempatkan namamu diatas segalanya
Terukir dalam hati ini


Sedang memuat atikel terkait...

You Might Also Like

8 comments:

  1. Iya ya, karena kasih sayang orang tua tanpa batas. :)

    ReplyDelete
  2. Buru-buru pengen telpon mama di kota kelahiran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi.. maaf lho mbak..telah membikin kangen..ke ortu.hihihi

      Delete
  3. bener ya, dan suatu saat pasti kita akan menjadi orang tua juga :)

    ReplyDelete
  4. Orangtua yang tidak sabar biasa gagal. Saya baru merasakan punya anak dan ternyata kesabaran itu memang perlu dilatih, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. eaa. om.. perlu latihan yang keras...hihihii.. semoga sukses eaa

      Delete

Matur nuwun komentaripun....